Beginilah Menyusun Bunga Rampai

PenulisPro.id | Sudah lama saya tidak terkoneksi dengan UT. Sebelumnya saya menjadi pelatih dan konsultan di P2M2 UT—unit penerbitan Universitas Terbuka—di bidang penulisan dan penerbitan. Lalu, tiba-tiba saya dihubungi Ibu Asnah Limbong yang menjadi Kepala Perpustakaan UT.

Saya diminta untuk berbagi tentang penyusunan buku bunga rampai dan mendampingi tim pustakawan UT untuk menyusun buku bunga rampai. Ini sebuah permintaan menarik karena buku bunga rampai menjadi salah satu pilihan untuk menghimpun beberapa karya tulis ke dalam satu buku.

Bunga rampai atau dahulu pernah juga digunakan istilah pusparagam adalah kumpulan tulisan dari beberapa orang yang dibukukan. Bentuk tulisan itu dapat berupa esai atau makalah atau bahkan satu bab buku. Tulisan itu merupakan tulisan terpilih sehingga di dalam bahasa Inggris disebut edited volume book atau book chapter pada buku yang terdiri atas kumpulan bab.

Mari kita selisik definisi bunga rampai dari Pedoman Publikasi Ilmiah Dikti (2019).

Publikasi ilmiah dalam bentuk bunga rampai memiliki unsur-unsur yang sama dengan bentuk buku ilmiah, tetapi berbeda dalam hal prakata/prolog yang mengantarkan keseluruhan isi dan dalam hal penutup/epilog yang merupakan analisis atas keseluruhan isi. Buku bunga rampai ditulis secara bersama-sama dan setiap bab ditulis oleh penulis yang berbeda. Semua bab direncanakan dan disusun oleh para penulisnya berdasarkan arahan editor, yakni pakar di bidang yang dilingkupi oleh buku tersebut.

Definisi Dikti sebenarnya dikutip dari definisi LIPI seperti termuat di Pedoman Penerbitan Buku LIPI Press.

Bunga rampai adalah kumpulan KTI dengan satu topik permasalahan dengan pendekatan dari beberapa aspek/sudut pandang keilmuan. Masing-masing bab dapat berdiri sendiri dengan susunan KTI lengkap dan ada benang merah yang mengkaitkan keseluruhan bab. KTI yang dikeluarkan dalam bentuk bunga rampai mempunyai makna yang mandiri dan jelas.

Mengacu Perka LIPI No. 04/E/2012 sistematika KTI yang dipublikasikan dalam bentuk bunga rampai memiliki unsur-unsur yang sama dengan bentuk buku ilmiah, tetapi memiliki perbedaan dalam hal prakata/prolog yang mengantarkan keseluruhan isi dan dalam hal penutup/epilog yang merupakan analisis atas keseluruhan isi.

Definisi dari Dikti lebih mengarahkan bunga rampai pada jenis book chapter bahwa bunga rampai merupakan himpunan bab buku yang tiap bab ditulis oleh seseorang atau lebih dari satu orang pakar. Setiap bab oleh editor bunga rampai perlu diselaraskan dengan gaya selingkung penerbitan sehingga memiliki satu benang merah yang dapat ditandai dari sebuah buku bunga rampai.

Peran editor di dalam buku bunga rampai memang sangat sentral karena ia merupakan ahli di bidangnya dan dapat memutuskan urutan penyajian bab/tulisan dari setiap kontributor (penulis bunga rampai). Editor juga harus menulis prolog dan epilog pada sebuah bunga rampai.

Tentu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan buku bunga rampai dari segi editorial oleh penerbit (editor) dan dari segi tata naskah oleh penulis sebagai kontributor. Perihal inilah yang akan dibahas di dalam Webinar Seri Ketiga dari PenulisPro.id. Anda dapat mendaftar langsung di s.id/WebPPro3

Leave a Comment