Tip Menguasai Editologi ala Bambang Trim

Cimahi, PenulisPro.id | Ilmu penerbitan sebagai sebuah ilmu baru berkembang di Eropa pada tahun 1960-an lalu disusul dengan ilmu penyuntingan (editologi) pada tahun 1980-an. Sedikit penelusuran sejarah menunjukkan editologi juga baru mendapat perhatian di Indonesia pada akhir tahun 1980-an meskipun editor dan aktivitas penyuntingan naskah sudah ada di Hindia Belanda sejak zaman VOC (1600-an).

Kali pertama saya mendengar istilah ‘editologi’ ialah saat awal kuliah di Program Studi D-3 Editing, Universitas Padjadjaran. Program studi itu merupakan pertama dan satu-satunya yang menyelenggarakan pendidikan tinggi penyuntingan (editing) di Universitas Padjadjaran (Unpad). Ia berada di bawah naungan Fakultas Sastra, Jurusan Sastra Indonesia.

Berdasarkan studi literatur, editologi lahir dari upaya memperkuat kontrol editorial di penerbitan karena semakin kompleksnya aktivitas penerbitan dan berkembangnya genre tulisan. Istilah editologi menurut International Book Publishing: An Encyclopedia (2015) kali pertama digunakan pada Konferensi the Japanese Publishing Institute pada tahun 1969. 

Shang Ding, penulis dari China menggunakan istilah ‘editologi’ kali pertama dalam bukunya A Short Remark on Editology. Definisi ‘editologi’ ialah ilmu tentang segala aturan penyuntingan pada semua jenis publikasi. Ia merupakan ilmu yang beririsan dengan banyak ilmu pengetahuan lainnya dan dapat dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang komprehensif. Pada tahun 1984, Science of Publishing Institute of China didirikan dengan tugas utama meneliti dan mengembangkan editologi (Altbach & Hoshino, 2015).

Institut tersebut kemudian pada bulan Oktober 1986 menerbitkan buku berjudul Applied Editology yang menandai pengakuan resmi terhadap istilah tersebut. Dengan demikian, editologi memang sebuah ilmu yang sudah menjadi perhatian pada tahun 1980-an. Adapun Program Studi Editing Unpad didirikan pada tahun 1988 lalu diikuti Jurusan Penerbitan di Politeknik Negeri UI pada tahun 1990—belakangan politeknik ini berubah menjadi Politeknik Negeri Jakarta. Prodi D-3 Editing Unpad hanya bertahan hingga tahun 2010 lalu ditutup. Politeknik Negeri Jakarta Jurusan Penerbitan akhirnya lebih berfokus pada jurnalistik. Baru tahun 2008 didirikan Politeknik Negeri Media Kreatif (perubahan dari Pusat Grafika Indonesia) yang membuka Jurusan Penerbitan sampai kini.

Artinya, saat ini hanya tinggal Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) yang mengajarkan ilmu penyuntingan naskah secara lebih lengkap. Di beberapa kampus Sastra diadakan juga mata kuliah penyuntingan naskah, baik sebagai mata kuliah wajib maupun mata kuliah pilihan.

Cakupan editologi itu luas dan beririsan dengan ilmu lain. Cakupannya dapat disebutkan, yaitu ilmu bahasa, ilmu sastra, ilmu komunikasi (jurnalistik, kehumasan, perpustakaan), ilmu ekonomi (manajemen/pemasaran), ilmu DKV, dan ilmu grafika. Seseorang yang terjun ke dalam dunia penyuntingan naskah harus siap dan lentur mempelajari ilmu-ilmu lain, termasuk mempelajari bidang ilmu yang akan disunting. 

Berikut ini tip mendalami editologi bagi Anda yang masih belajar secara autodidak dalam penyuntingan naskah.

  1. Pelajari dan perdalam secara utama kompetensi kebahasaan, terutama bahasa tulis secara praktis. Tentu Anda harus memiliki wawasan terhadap penggunaan PUEBI, KBBI, TBBBI (Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia), dan seluk-beluk kebahasaan lainnya. Situs Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyediakan akses bagi Anda untuk mendalami perihal bahasa yang standar.
  2. Perkuat wawasan ilmu penerbitan Anda dengan membaca dan mengoleksi buku-buku penerbitan, baik terbitan lokal maupun terbitan internasional. Terbitan lokal yang tersedia kebanyakan merupakan buku-buku tahun 1980-an dan 1990-an. Anda dapat melacaknya di lokapasar. Contohnya, buku Pedoman Dasar Penerbitan Buku karya Hassan Pambudi yang diterbitkan oleh Penerbit Sinar Harapan.
  3. Pertajam intuisi kepenyuntingan Anda dengan berlatih melalui TTS (teka teki silang) dan permainan-permainan yang menggunakan ketajaman mata.
  4. Perbarui wawasan kepenulisan Anda dengan membaca buku-buku tentang menulis, terutama yang berstatus sebagai buku referensi kepenulisan.
  5. Perkuat pemahaman Anda terhadap konvensi penulisan dengan mempelajari berbagai buku gaya selingkung (house style book) penerbitan, baik buku gaya internasional maupun buku gaya lokal.
  6. Perluas pergaulan Anda dengan para editor senior di penerbit.

Demikian tip ringkas dan bernas dari saya untuk mendalami editologi bagi para editor pemula. Tip paling utama tentu mengikuti pendidikan formal atau pendidikan nonformal di bidang penerbitan atau editologi. Selamat mendalami editologi!

2 thoughts on “Tip Menguasai Editologi ala Bambang Trim”

  1. Assalamualaikum, Pak Bambang Trim. Selain di sini, apakah ada toko khusus yang menjual buku-buku Bapak?

    Terima kasih.

    Reply

Leave a Comment