Sering Terlewatkan, Pahami Soal Kutipan dan Sitasi

Bagikan halaman ini:

Saat menyunting buku ilmiah, saya menemukan kelemahan, bahkan kesalahan dalam menulis kutipan dan sitasi. Kutipan dan sitasi adalah dua hal yang berbeda. Kutipan adalah materi yang dikutip, baik berupa kalimat maupun paragraf. Adapun sitasi adalah keterangan rujukan, yakni nama pencipta, tahun terbit, dan halaman kutipan (pada kutipan langsung).

Aturan kutipan dan sitasi telah termuat di buku-buku gaya selingkung. Aturan penulisan itu untuk mempertahankan konsistensi dalam penggunaan kutipan dan sitasi.

Berikut contoh kutipan langsung dengan sitasi naratif menggunakan model catatan badan (bodynote).

Gaya Chicago Manual of Style 18

Miao dan Holmes menekankan bahwa penggunaan AI generatif dalam pendidikan perlu didasarkan pada pendekatan yang berpusat pada manusia. Mereka menyatakan, “This Guidance therefore aims to support the planning of appropriate regulations, policies and human capacity development programmes, to ensure that GenAI becomes a tool that genuinely benefits and empowers teachers, learners and researchers. Building on UNESCO’s Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence, the Guidance is anchored in a human-centred approach that promotes human agency, inclusion, equity, gender equality, and cultural and linguistic diversity, as well as plural opinions and expressions” (Miao and Holmes 2023, xx).

Gaya APA 7

Miao dan Holmes (2023) menekankan bahwa penggunaan AI generatif dalam pendidikan perlu didasarkan pada pendekatan yang berpusat pada manusia. Mereka menyatakan, “This Guidance therefore aims to support the planning of appropriate regulations, policies and human capacity development programmes, to ensure that GenAI becomes a tool that genuinely benefits and empowers teachers, learners and researchers. Building on UNESCO’s Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence, the Guidance is anchored in a human-centred approach that promotes human agency, inclusion, equity, gender equality, and cultural and linguistic diversity, as well as plural opinions and expressions” (p. xx).

Berikut hal-hal yang perlu Anda pahami terkait kutipan dan sitasi di dalam KTI atau buku ilmiah.

1. Tiga Jenis Kutipan

Ada tiga jenis kutipan. Anda dapat menggunakannya secara bergantian sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan.

Kutipan langsung

Kutipan langsung adalah pengambilan kata-kata persis dari sumber asli (verbatim) tanpa mengubah susunan atau pilihan katanya. Kutipan ditandai dengan tanda petik jika pendek, atau ditulis sebagai block quotation jika cukup panjang. Karena menggunakan kata-kata penulis lain secara verbatim, kutipan langsung perlu mencantumkan sumber dan lokasi kutipan (umumnya nomor halaman). Kutipan langsung sebaiknya digunakan ketika rumusan asli memiliki makna atau kekuatan tertentu yang penting dipertahankan.

Kutipan tidak langsung

Kutipan tidak langsung adalah penyampaian kembali gagasan atau informasi dari sumber lain dengan kata-kata penulis sendiri. Karena bukan menyalin kalimat sumber, kutipan tidak langsung tidak menggunakan tanda petik. Meskipun demikian, sumber sitasi tetap harus dicantumkan untuk menunjukkan asal gagasan tersebut (tanpa lokasi pengutipan). Kutipan tidak langsung biasanya lebih fleksibel dan dapat membantu penulis mengintegrasikan berbagai gagasan dari literatur ke dalam alur argumentasinya sendiri.

Kutipan multipel

Kutipan multipel adalah pencantuman dua atau lebih sumber secara bersamaan untuk mendukung satu pernyataan, gagasan, atau argumen. Model ini menunjukkan bahwa suatu informasi tidak hanya didukung oleh satu sumber, tetapi memiliki dukungan dari beberapa karya atau penulis. Kutipan multipel juga dapat digunakan untuk memperlihatkan adanya kesepakatan, perbedaan, atau perkembangan pandangan di antara para peneliti. Cara penulisan dan urutan sumbernya mengikuti gaya sitasi yang digunakan, seperti APA atau CMOS.

2. Dua Model Sitasi

Ada dua model sitasi yang dapat diterapkan dalam kutipan langsung, tidak langsung, maupun kutipan multipe. Dua  model itu disebut sitasi naratif dan sitasi parentesis (berkurung). Berikut penjelasannya.

Sitasi naratif adalah sitasi ketika nama penulis menjadi bagian dari kalimat. Tahun publikasi biasanya ditempatkan dalam tanda kurung.

Contoh: Menurut Sugiyono (2020), metode penelitian perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian.

Gunakan sitasi naratif apabila penulis ingin menonjolkan siapa yang menyampaikan kutipan.

Sitasi parentesis adalah sitasi ketika nama penulis dan tahun publikasi diletakkan dalam tanda kurung, biasanya di akhir kalimat.

Contoh: Metode penelitian perlu disesuaikan dengan tujuan penelitian (Sugiyono, 2020).

Gunakan sitasi parentesis apabila penulis ingin menonjolkan apa yang disampaikan dan memudahkan untuk mengalirkan teks. Model ini banyak digunakan pada penulisan artikel ilmiah di jurnal karena keterbatasan ruang.

3. Setiap Gaya Selingkung Menawarkan Model yang Berbeda

Model penulisan kutipan dan sitasi kita ikuti berdasarkan panduan gaya selingkung. Beberapa gaya memiliki kesamaan dalam penulisan, tetapi beberapa yang lain berbeda. Perbedaan itu, mencakup

  • penulisan kutipan langsung, kutipan tidak langsung (parafrasa), dan kutipan multipel (ringkasan dari beberapa sumber);
  • penulisan sitasi dan penempatan sitasi;
  • penggunaan tanda baca dan singkatan; dan
  • penyusunan daftar pustaka atau daftar rujukan.

4. Konteks Menggunakan Kutipan dan Sitasi secara Tepat

Kutipan dan sitasi sangat menentukan bobot sebuah KTI atau buku ilmiah, terutama dari segi kredibilitas sumber yang dikutip. Berikut ini konteks yang harus diperhatikan.

  • Kutipan dan sitasi yang tepat menghindarkan penulis dari plagiarisme tidak disengaja karena kesalahan pengutipan dan sitasi.
  • Kutipan dan sitasi yang tepat meminimalkan persentase kemiripan yang biasanya dibatasi di dalam KTI.
  • Kutipan dan sitasi yang tepat menunjukkan kredibilitas dan rekam jejak penulis, termasuk adanya self-citation.
  • Kutipan dan sitasi yang tepat menunjukkan ketaatasasan atau konsistensi menerapkan suatu gaya selingkung.

5. Perangkat Lunak Manajemen Informasi

Di aplikasi Word sebagai pengolah kata, terdapat menu References sebagai menu manajemen informasi. Namun, Anda dapat menggunakan aplikasi tambahan seperti Mendeley atau Zotero yang dapat digabung dengan Word. Penggunaan aplikasi ini dapat membantu Anda untuk akurasi pengutipan dan sitasi dengan melakukan penyiapan metadata informasi.

 

 

 

Artikel Lainnya

Formulir Konsultasi

PENTING:

Setelah menekan tombol di bawah, Anda akan otomatis tersambung ke WhatsApp penulispro.id.