Membukukan Sejarah Dampak COVID-19

PenulisPro.id | Sudah satu tahun lebih pandemi COVID-19 melanda dunia dan Indonesia. Pada saat saya menuliskan artikel ini, gelombang kedua COVID-19 tengah menggila di Indonesia.

Korban meninggal terus bertambah, bahkan kita selalu dikejutkan dengan kepergian mendadak orang-orang yang kita kenal baik. Saya sendiri pada Agustus tahun lalu (2020) telah kehilangan keponakan tertua. Ia meninggal didera corona setelah melahirkan anak keduanya.

Perlu usaha maksimal untuk menerapkan protokol kesehatan dan usaha maksimal untuk bertahan dalam karier dan bisnis. Pandemi ini juga jelas menggoncang periuk nasi, terutama mereka yang mengandalkan bekerja di sektor swasta dan mengandalkan bekerja sebagai pekerja lepas.

Saya juga tengah bertahan sebagai pebisnis dan profesional di bidang penulisan-penerbitan. Alhamdulillah masih ada jalan saya bertahan dengan menggelar pelatihan daring, mengisi pelatihan griaan (in-house training), mengajar di kampus, mengelola bisnis sertifikasi, serta tentunya menulis dan menyunting untuk beberapa klien.

Ada satu fenomena menarik di tengah pandemi ini bahwa banyak buku lahir berlatar belakang peristiwa pandemi. Sejatinya pandemi COVID-19 bukanlah sekadar peristiwa aktual yang akan dilupakan dengan sendirinya, ia merupakan peristiwa luar biasa dan penting dalam sejarah umat manusia pada abad ke-21 ini.

Sebagai sejarah, fenomena pandemi COVID-19 memang layak dituliskan. Rupanya memang pandemi menghasilkan cerita tersendiri di banyak bidang, tidak terkecuali bidang keuangan negara.

Pada bulan April 2021 saya dikontak oleh staf DJPPR (DIrektorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko) Kemenkeu untuk mengerjakan sebuah buku terkait dinamika DJPPR mengelola pembiayaan negara selama pandemi tahun 2020. Singkat cerita kontrak saya terima Mei 2021, lalu mulailah saya bekerja memenuhi target selesai.

Empat bulan ialah waktu yang diberikan kepada saya untuk mendampingi Tim DJPPR menulis dan kemudian menyunting hasil tulisan mereka dengan bahasa yang populer. Juli ini telah memasuki bulan ketiga dan 70% naskah sudah saya terima sebanyak total sembilan bab. Sungguh sebuah pekerjaan yang menantang.

Bakal judul buku ini ialah Sintas di Ujung Rantas: Sepilihan Kisah dan Dinamika Jungkir Balik Garda Keuangan Negara di Tengah Pandemi COVID-19. Tidak pelak lagi saya pun akhirnya berkutat dengan liku-liku pembiayaan di Kemenkeu dan mengikuti dinamika penjuala SBN (surat berharga negara).

Kerja penulisan profesional berlatar belakang peristiwa COVID-19 ini saya rasa akan menjalar juga di bidang-bidang lain. Sudah dipastikan banyak orang yang jungkir balik untuk menguasai keadaan akibat pandemi ini. Saya dan Anda pun dapat belajar banyak dari sini sebagai penulis atau penyunting pro.

©2021 Bambang Trim dalam PenulisPro.id

Leave a Comment