Riset untuk Menulis Buku

PenulisPro.id | Salam insaf! Anda pasti setuju jika menulis buku memerlukan riset, apalagi menulis buku nonfiksi. Namun, saya tidak mengatakan bahwa menulis fiksi seperti novel tidak memerlukan riset, bahkan riset juga mutlak dilakukan pada karya imajinatif dan kreatif ini. Pada naskah buku nonfiksi karena basisnya data dan fakta tentu ia memang sejatinya ditulis dengan pendekatan riset atau dari hasil riset.

Proses awal menulis atau pramenulis merupakan proses yang memakan waktu. Di sinilah penulis mengembangkan gagasan dan mengumpulkan bahan. Dalam pengumpulan bahan, penulis didorong untuk meriset dengan metode yang lazim digunakan. Contohnya, melakukan studi pustaka atau kajian literatur, wawancara kepada narasumber atau responden, observasi lapangan,  dan studi banding. Hal ini dilakukan untuk memperkuat pemikiran yang dimasukkan ke dalam buku.

Di dalam naskah buku nonfiksi Anda mungkin atau bahkan harus mengutip pemikiran orang lain, termasuk hasil penelitian orang lain. Ketika Anda menulis naskah tentang penggunaan internet dalam penulisan, tentu Anda memerlukan data terkait pengguna internet di Indonesia atau data lebih ceruk lagi tentang kesenjangan digital pada masyarakat Indonesia.

Ketika bahan hasil riset telah dikumpulkan, mau diapakan bahan-bahan tersebut? Dengan kata lain, bagaimana memasukkan hasil riset itu ke dalam naskah buku? Jika di KTI ilmiah, pengutipan umum dilakukan pada Bab Pendahuluan dan Bab Tinjauan Pustaka. Di dalam naskah buku tentu pengutipan dapat menyebar di setiap bab. Di sinilah Anda perlu membatasi kutipan dan juga perlu keterampilan menyajikan tulisan dengan parafrasa.

Jika Anda memerlukan obrolan bernas tentang keterampilan itu, yuk kita ngobrol di Webinar PenulisPro.id yang akan digelar pada tanggal 5 Juni 2022. Tajuknya sangat relevan “Riset untuk Menulis Buku”. Kita bakal ngobrol tentang state of the art sebagai sebuah kekuatan di dalam naskah buku.

Biaya untuk ikut nimbrung hanya Rp75.000 sebagai pengganti risalah materi (handout), presentasi materi, dan sertifikat. Tutor untuk webinar ini saya sendiri, Bambang Trim.

 

Leave a Comment