Tak Perlu Keder Menulis Buku Ilmiah Populer

PenulisPro.id | Salam insaf! Anda mungkin pernah tahu atau sudah membaca buku mega best seller bertajuk 7th Habits. Betul, itu adalah buah karya Stephen R. Covey. Karya hebat itu diterbitkan dalam bentuk buku kali pertama tahun 1989. Dalam tempo 15 tahun, buku itu sudah terjual 15 juta kopi dan diterjemahkan ke dalam 38 bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Buku tersebut merupakan hasil penelitian dan pemikiran Covey di bidang ilmu psikologi, khususnya pengembangan diri. Buku itu masih terus “hidup” hingga kini walaupun Covey telah wafat beberapa tahun lewat. Begitulah dahsyatnya sebuah buku ilmiah populer.

Buku nonfiksi yang mampu mengimbangi laju penjualan buku fiksi (novel) adalah buku ilmiah populer. Ciri kental buku ilmiah populer ialah selalu berbasis riset dalam suatu bidang ilmu. Namun, penyajiannya yang populer membuat ia layak dibaca secara lintas bidang.

Jika Anda menyenangi bidang komunikasi meskipun Anda tidak mendalaminya di bangku kuliah, mungkin Anda akan senang membaca karya Jalaluddin Rakhmat, Deddy Mulyana, atau Idy Subandi Ibrahim. Ketiga tokoh penulis itu dikenal rajin menulis buku ilmiah populer dalam bidang ilmu komunikasi.

Di bidang manajemen, Anda dapat membaca karya-karya Rhenald Kasali yang mencerahkan. Begitu pula di bidang pemasaran, Anda dapat menikmati aneka buku yang ditulis oleh Hermawan Kartajaya—terkadang bersama gurunya, Philip Kotler. Semua buku itu ditulis meyakinkan karena berbasis riset.

Sebagai akademisi atau periset Anda boleh kagum dengan orang-orang yang menghasilkan buku ilmiah populer tersebut. Namun, tidakkah Anda tergerak menulis buku ilmiah populer karya Anda sendiri?

Terkadang hal ini memang membuat keder alias gentar karena Anda tidak percaya diri. Anda tidak tahu memulainya dari mana dan bagaimana mengembangkan ide Anda. Sebenarnya syarat utamanya jika Anda penuhi, tentu Anda tinggal menuliskannya. Jika Anda tidak tahu bagiamana caranya menulis buku, biarkan saya memberi tahu Anda dan mengajak Anda menuliskannya tanpa keder.

Syarat utama itu adalah basis riset atau penelitian Anda yang memang memiliki aktualitas dan kepentingan untuk dipublikasikan. Selain penelitian, tentu diperlukan pemikiran Anda juga. Pemikiran tentang hari ini dan masa depan. Itulah yang akan membuat tulisan Anda serasa “bernyawa” dan terus hidup meskipun Anda telah tiada.

Anda boleh penasaran dengan pernyataan saya ini. Karena itu, tidak ada salahnya Anda mengikuti program pelatihan intensif yang digelar oleh PenulisPro.id. Daftarkan diri Anda di tautan Pelatihan Menulis Buku Ilmiah Populer.

Pelatihannya sendiri akan digelar pada tanggal 2–3 Juni 2022, pukul 19:15–21:15 WIB via aplikasi Zoom. Biaya pelatihan selama dua hari hanya Rp350.000. Peserta akan mendapatkan fasilitas berupa risalah materi (handout), presentasi materi, dan sertifikat plus konsultasi gratis penulisan dan penerbitan buku ilmiah. Lebih penting dari itu peserta akan mendapatkan materi menulis buku ilmiah populer dengan semangat maju tak gentar.

Pelatihan ini disarankan untuk para guru, dosen, widyaiswara, dan periset yang telah memiliki karya penelitian untuk dibukukan. Kukuhkan citra dan reputasi Anda di bidang ilmu yang Anda tekuni melalui buku ilmiah populer. Jadi, memang tak perlu keder untuk menulis buku ilmiah populer.

 

Leave a Comment