Bakal Ada Mutiara Buku (MUBU) di Cimahi

Bagikan halaman ini:

Awalnya kami berikhtiar menyulap sebuah rumah kontrakan di Kompleks Pondok Mutiara Cimahi agar menjadi tempat beraktivitas literasi. Namun, rumah yang dikontrak itu hendak dijual pemiliknya dengan harga yang masih berat bagi kami untuk dimiliki—seberat menggotong ratusan buku koleksi pribadi dan bakul jualan PENPRIN. Alhasil, ikhtiar kemudian dipindahkan ke rumah dalam gang di daerah Blok C, Cimahi.

Rumah itu alhamdulilah terbeli dari kerja keras kami di dunia literasi. Luas tanahnya 90 meter persegi, rumahnya rumah tua dengan tiga kamar. Sekali lagi hendak kami sulap menjadi sanggar kerja para penulis, editor, desainer, dan ilustrator. Rumah itu tetap akan kami namai dengan Rumah MUBU alias Mutiara Buku sebagaimana nama yang kami buat sebelumnya berasal dari nama kompleks Pondok Mutiara.

Ada ratusan judul buku yang siap kami pindahkan dari Pondok Mutiara ke Gang H. Ibrahmi, Jalan H. Nur. Ratusan buku akan menempati perpustakaan kecil. Saya sendiri berusaha membangun perpustakaan khusus buku-buku bidang penulisan dan penerbitan.

Koleksi saya memang tak banyak, dikumpulkan sejak 1994 saat saya berkecimpung di industri perbukuan. Saya pun tak pernah menghitung-hitung buku yang terus menumpuk di dalam rumah. Ada juga buku yang hilang karena dipinjamkan dan tak kembali ke peraduan.

Sebagian dari mereka saya “bisukan” di kontainer karena sudah tidak tertampung di rak-rak buku. Sebagian lagi saya sumbangkan untuk taman bacaan. Kini, saya akan mewujudkan wadah buku-buku itu di rumah dalam gang.  

Rumah untuk buku-buku yang awalnya ada di Pondok Mutiara.

Rumah MUBU akan kami fungsikan setelah renovasi sebagai

  • kantor PENPRIN Publishing,
  • studio siniar (podcast) perbukuan,
  • ruang diklat/bimtek mini,
  • ruang konsultasi dan diskusi perbukuan, dan
  • toko buku kecik.

Paul Jarvis, penulis buku Company of One, telah membuka mata saya untuk menggunakan strategi bisnis yang membuat suatu usaha menjadi lebih baik, bukan lebih besar. Saya dan istri yang membangun PENPRIN sejak 2021 dengan hanya tiga karyawan, hendak menerapkan strategi perusahaan kecil yang lebih berdaya.

Dalam usia sudah memasuki kepala lima saat ini, saya sudah kenyang berada di berbagai perusahaan penerbitan, termasuk membesarkan perusahaan orang lain. Karena itu, perusahaan mandiri ini yang saya impikan ialah yang dapat membuat saya bebas bekerja, bebas bepergian, bebas berbagi pengetahuan dan keterampilan, serta bebas berkumpul dengan keluarga.

Saya dan istri menikmati pekerjaan penerbitan ini. Kami sudah terbiasa dan terlatih mengangkat sendiri barang dagangan kami meskipun ada karyawan yang siap membantu. Sewaktu dua printer rusak, terpaksa puluhan buku dikirim dengan penulisan alamat secara manual.

Biarlah segala sesuatu kami kerjakan sendiri untuk menghargai pekerjaan itu sendiri tanpa harus mempertimbangkan bahwa saya adalah owner dan istri saya seorang direktur. Lah, perusahaannya juga kecil model company of one. Omzetnya saja yang gede, ha-ha-ha. Amin.

Jika tak ada aral, Rumah MUBU dapat difungsikan akhir 2026 ini.

Sampai berjumpa di Rumah MUBU kalau sekali-sekali Anda ke Cimahi.

Dari Padalarang singgah di Cimahi

Gelar tikar makan sambal terasi

Dari berjuang sepenuh hati

Kami ikhtiar di dunia literasi

Artikel Lainnya

Formulir Konsultasi

PENTING:

Setelah menekan tombol di bawah, Anda akan otomatis tersambung ke WhatsApp penulispro.id.