Insaf Menyunting Naskah Bersama YPI Al Azhar

Bagikan halaman ini:

Jadi penyunting naskah itu berat, biar aku saja.

Enam belas personel disiapkan kembali oleh Yayasan Pendidikan Islam Al Azhar untuk menjadi penyunting naskah yang terlatih dan tersertifikasi. Di antara mereka sebelumnya telah menjadi penulis buku teks (pendamping) yang diterbitkan oleh PT Tanmiyah Al Azhar—lini bisnis yang menangani penerbitan buku.

Menjadi penyunting naskah buku adalah sebuah tingkatan lebih tinggi daripada menjadi penulis buku, apalagi dalam konteks penerbitan bahan ajar seperti buku teks. Penulis buku teks perlu memahami aturan dan kekhasan dalam penyajian dan penulisan buku teks, di sisi lain penyunting harus lebih memahami dan menguasai di atas penulis.

Ada banyak hal yang perlu diinsafi dari tata tulis naskah buku teks, di antaranya

  • anatomi buku,
  • gaya selingkung penerbitan,
  • bahasa buku,
  • fungsi dan estetika desain buku, dan
  • karakteristik pembaca sasaran.

Buku teks untuk siswa SD, berbeda dengan buku teks untuk siswa SMP dan SMA. Penyunting yang baik akan memahami hal itu sehingga ia pun dapat mendalami perihal Perjenjangan Buku. Maka dari itu, siapa bilang menjadi penyunting/editor itu mudah? Memang sulit sehingga biar mereka yang menerima panggilan tugas mulia ini saja yang mendalaminya dengan sepenuh hati.

Karena itu, menjadi penyunting/editor bukanlah pekerjaan atau profesi sambil lalu. Bukanlah pula hanya sebatas memahami bahasa dan menggunakan bahasa secara baik dan benar. Ia merupakan tugas mulia yang memerlukan kompleksitas pemahaman.

Nama penyunting/editor tidak selalu didengung-dengungkan seperti penulis. Ia bekerja di belakang layar dalam senyap untuk mematut naskah demi kemaslahatan.

Jika buku bagus, penulis yang dielu-elukan. Jika buku buku jelek, editorlah yang dikeluhkan.

Hal itu tak perlu dipertentangkan karena demikianlah tugas editor mengantarkan suatu karya menjadi karya yang terbaik bagi pembaca. Karena itu, penyunting atau editor memerlukan keinsafan terhadap perannya dan terhadap pengetahuannya tentang penyuntingan naskah.

***

Pengalaman berbagi tahun ketiga dengan YPI Al Azhar sungguh berkesan bagi saya. Dalam konteks sertifikasi penulis dan editor, saya boleh pastikan YPI Al Azhar yang terbanyak melakukannya hingga lebih dari 200 penulis/editor tersertifikasi BNSP. Sekolah ini salah satu sekolah yang melakukan terobosan menerbitkan buku teks (pendamping) sendiri untuk potensi puluhan ribu siswa yang tersebar di seluruh Indonesia dari sekira lebih dari 250 sekolah dan didukung oleh empat ribuan guru.

Artikel Lainnya

Formulir Konsultasi

PENTING:

Setelah menekan tombol di bawah, Anda akan otomatis tersambung ke WhatsApp penulispro.id.