Ada banyak pertanyaan soal bagaimana menerbitkan buku setelah naskah selesai. Bahkan, pertanyaan itu muncul sebelum naskah benar-benar selesai. Anda dapat memilih empat opsi berikut ini. Secara lengkap, Anda dapat membaca e-book Panduan Ringkas Menerbitkan Buku yang disediakan gratis oleh PENPRIN.
Menerbitkan Buku di Penerbit Berbayar (Vanity Publisher)
| Opsi ini termasuk opsi yang populer bagi banyak penulis yang ingin bukunya terbit lebih cepat—dan secara umum menghindari kurasi ketat di penerbit mayor. |
Kekurangannya penulis tidak memiliki kontrol terhadap editorial penerbitan. Pasrah saja setelah membayar sekian rupiah.
| Bahkan, mungkin ia tidak membayar untuk semua layanan ketika harga yang ditetapkan sangat murah. Salah satunya kemungkinan aset digital tidak diberikan kepada penulis, tetapi masih dikuasai oleh penerbit. |
Menerbitkan Buku Sendiri (Self-Publishing)
Opsi ini adalah opsi yang pas untuk mereka yang berjiwa authorpreneur. Model penerbitan mandiri ini mengharuskan penulis mendirikan organisasi penerbit dan menjalankannya, termasuk mengontrol editorial penerbitan dan pencetakan.
| Kekurangannya tak semua penulis memiliki jiwa bisnis sehingga sering kali buku yang diterbitkan malah tidak laku. |
Opsi ini juga dapat dipilih oleh penulis sebagai batu loncatan sebelum menerbitkan di penerbit mayor. Jika bukunya sukses di pasar, bukan tidak mungkin akhirnya dipinang oleh penerbit mayor.
Menerbitkan Buku di Penerbit Independen
Opsi ini adalah opsi ketiga yang harus dibedakan dengan frasa “menerbitkan buku secara indie”. Menerbitkan buku secara indie dapat berarti opsi kedua, yakni self-publishing, tetapi menerbitkan buku di penerbit indie, itu berbeda.
Penerbit indie adalah penerbit dalam skala UMKM yang berfokus pada terbitan tertentu tanpa berafiliasi dengan penerbit mayor. Mereka memang sebagai penyeimbang hegemoni penerbit mayor yang menerbitkan buku dengan kuantitas judul yang sangat banyak sekaligus beragam. Penerbit indie juga menerapkan kurasi dan membayar royalti penulis.
Opsi bagi penulis untuk jenis penerbitan ini biasanya tersedia untuk buku dengan pasar ceruk, tetapi penting. Bahkan, sering kali penulis malah diminta langsung oleh penerbit.
Contoh penerbit indie dengan pasar ceruk adalah Penerbit buku Gang Kabel yang khusus menerbitkan buku-buku seni rupa, termasuk monografi seniman (artist monograph) sebagai jenis penerbitan yang langka di Indonesia.
Menerbitkan Buku di Penerbit Mayor
Opsi ini merupakan opsi paling populer bagi banyak penulis karena menjadi penanda debut mereka dan penulis tidak perlu mengeluarkan biaya untuk penerbitan.
Namun, konsekuensinya penulis harus mengikuti persyaratan penerbitan dari penerbit, termasuk kurasi yang ketat. Kurasi ketat adalah hal yang wajar mengingat penerbit mayor menginvestasikan dananya untuk menerbitkan naskah para penulis. Karena itu, mereka sangat berhitung soal BEP dan margin keuntungan dari setiap judul buku yang diterbitkan.
Setiap penerbit memiliki kebijakan kurasi tersendiri, baik soal syarat teknis naskah maupun berapa lama waktu yang dialokasikan untuk kurasi.
Bagikan ini:
- Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
- Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
- Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
- Bagikan ke Linkedln(Membuka di jendela yang baru) LinkedIn
- Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
- Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
- Cetak(Membuka di jendela yang baru) Cetak











